Ads 468x60px

Ketika Nursing Strike Melanda Si Buah Hati


Berikut ini adalah penuturan seorang ibu yang baik hati, tentang pengalamannya mengatasi nursing Strike atau mogok menyusu yang terjadi pada buah hatinya.Semoga kesungguhannya bisa menjadi inspirasi bagi ibu-ibu  yang lain.Sumber: http://rporawidya.multiply.com. Silahkan dibaca.    
       
Memiliki bayi kedua adalah suatu kebahagiaan baru bagi saya dan keluarga, apalagi Allah mempercayakan kepada kami seorang bidadari cantik nan lucu. Ayra Kei Pramesti Nurfajar, putri yg baik hati, penuh berkah serta pembawa kebahagiaan, rasanya nama itu sangat cocok disandangnya. Seperti hal nya anak pertama, saya bertekad bulat dan menanamkan niat sedalam-dalamnya untuk memberikan ASIx serta lanjutan hingga usia 2 tahun bagi Kei-panggilan kami untuk bayi kedua kami-

Berbekal pengalaman menyusui anak pertama saya Ken, saya teramat yakin kesempatan emas kali ini pun akan berjalan dengan lancar sesuai rencana. Tak ada yg lebih membahagiakan saya ketika melalui momen-momen menyusui bersama Kei, mendekap erat Kei di dadaku, memandangi wajah mungilnya, menatap dalam mata bulatnya, menggenggam penuh kasih jari jemari mungil tangannya, merasakan hisapan dan tegukan cairan kehidupan yg diminumnya, rasanya begitu nikmat momen menyusui tersebut yang tak ingin kutinggalkan.

3 bulan pertama berlalu tanpa masalah yg berarti, hanya masalah puting lecet yg masih dapat kutahan meski dengan meringis menahan sakit, niat serta tekad ku memberikan hanya ASI untuk bayiku dapat mengalahkan rasa pedih sakit karena puting yg lecet. Sampai waktu cuti melahirkan telah usai dan saya kembali beraktifitas di kantor, membawa semua perlengkapan perang untuk memerah ASI sebagai oleh-oleh untuk Kei yg kutinggal di rumah. Rasanya semangat dan tekad itu semakin berkobar di hatiku, ya semangat untuk memberikan hanya ASI bagi Kei hingga usianya 6 bulan.

- Serangan Pertama -

1 bulan setelah saya aktif beraktifitas kembali di kantor atau ketika usia Kei 4 bulan masalah itu mulai muncul. Kei secara tiba-tiba menolak menyusu langsung dari PD, saya kaget dan bingung karena meski Kei adalah anak kedua dan saya telah berpengalaman menyusui Ken anak pertama saya, namun masalah ini tak pernah muncul sebelumnya pada periode anak pertama. berkali-kali kucoba untuk menyusui Kei tapi sebanyak itu pula Kei menolak dengan mengalihkan kepalanya serta menangis. Ya Tuhan, bagaimana ini? Insting saya mengatakan mungkin Kei sedang pilek sehingga ia tidak bisa bernafas lega dan mempengaruhi keinginannya untuk menyusui, saya cek saluran pernafasannya namun semua berjalan baik, lalu apa lagi? Tak terasa air mata menetes, melihat bayiku menangis karena tak mau menyusu, di tengah kesedihan itu pula kucoba memberikan Kei ASI perah menggunakan sendok. Kei lahap meminumnya, satu sinyal baik yg menguatkanku bahwa Kei masih mau minum ASI, jadi tak ada alasan bagiku untuk menghentikan memberinya ASI. Dikala Kei tertidur, hati dan pikiranku tidak tenang, kugali berbagai informasi mengenai masalah terkait sampai kutemukan artikel di


Hmm...sepertinya Kei mengalami Nursing Strike atau mogok menyusu, alasan-alasan yg dikemukakan pd artikel tersebut cukup jelas, ternyata meski masih bayi mereka sudah pandai mengutarakan ketidak nyamanan mereka. Dalam hal ini kemungkinan terbesar adalah kembalinya saya bekerja, Kei kehilangan kenyamanan yg dia dapatkan selama masih di rahimku dan selama saya menjalani masa cuti melahirkan. Perlahan kucoba mengembalikan kenyamanannya, tanpa lelah kubisikkan pada Kei bahwa saya akan selalu ada untuknya meski saya harus beraktifitas di luar rumah tanpanya, perlahan saya coba kembali menyusuinya. Dengan bermandi peluh dan air mata ketika melakukannya (demikian pula dengan Kei yg juga ikut bermandi peluh dan airmata) ditambah dengan kesabaran dan keyakinan, akhirnya ketika sore menjelang Kei kembali mau menyusu langsung dari PD. Alhamdulillah......masalah ini terlewati dengan baik, meski harus dilalui dengan airmata dan kesedihan. Hingga usia 6 bulan Kei hanya mendapat ASI sebagai makanan dan minuman utamanya. Bahagia rasanya dapat menggenapi apa yang harus kulakukan, kembali ku dalamkan niat dan tekad ku untuk melanjutkan ASI hingga Kei usia 2 tahun, Bismillah :)

- Serangan Kedua -

Memasuki usia 7 bulan, ketika itu kami semua sedang bersiap memasuki hari Raya Idul Fitri 2010. Pengasuh yg selama ini membantu saya mengasuh Kei ketika saya bekerja harus pulang kembali ke kampungnya dan besar kemungkinan tidak akan kembali karena harus mengurus anaknya sendiri di kampung. Ujian berat kembali harus saya terima, Kei harus kembali merasakan "kehilangan", awalnya saya berpikir ini akan dapat dilaluinya dengan baik karena ada saya yg menemani dan mengasuhnya selama libur dan cuti hari Raya. Tapi ternyata dugaan saya keliru, Kei kembali mogok menyusu langsung dari PD. Saya masih dapat berpikir tenang karena sekarang Kei sudah mendapatkan MPASI, sehingga saya tak perlu khawatir ia akan kelaparan karena tidak menyusu langsung. Namun ternyata hal ini pun keliru, karena Kei juga mogok makan.... Ya Allah, bagaimana ini? ASI tetap saya berikan melalui sendok, saya tetap memerah ASI agar produksi ASI tetap terjaga sehingga suplly untuk Kei tetap dapat dipertahankan, namun jika Kei tidak mau makan juga bagaimana? 1 hari berlalu tanpa ada perkembangan berarti, hancurnya hati saya melihat Kei menolak menyusu langsung dariku, semakin sedih dan hancur melihat dia juga mogok makan. Kembali saya coba perlahan-lahan untuk mengembalikan Kei agar mau menyusu langsung dari ku. Selama itu pula pergolakan besar terjadi pada diriku, sedih hancur bingung marah dsb. Hari kedua pun berlalu tanpa ada perkembangan yg berarti bagi kami. Memasuki hari ketiga, ketika intensitas percobaan saya menyusui Kei lebih sering, ketika dia pelan-pelan menyadari bahwa selalu ada saya di sisinya, ketika dinding pertahanan saya hampir roboh, Allah menjawab semua doa-doa saya.... Kei kembali mau menyusu langsung dariku. Meski diawali dengan tangisan dan penolakan, dengan rasa cinta dan keyakinan kudekap erat dia di dadaku, ku katakan padanya "Mami ndak akan nyerah Nak, sampai kapan pun hanya untuk Kei" berulang-ulang dengan meneteskan air mata. Ajaib, Kei seperti mengerti dan memahami pergolakan hatiku, ia seperti memahami kerisauan hatiku, dan ia kembali mendekatkan wajahnya di dadaku untuk menyusu langsung dariku. Subhanallah, bahagiaaaa rasanya hati ini, dua kali mengalami nursing strike tetap tidak mudah bagiku untuk melaluinya. Selalu ada air mata yg menemani perjalananku dalam menangani masalah ini. Semoga engkau tak perlu lagi mengalami hal ini lagi yaa Kei, bisikku :)

- Serangan Ketiga -

Sejatinya, sungguh saya tak ingin lagi masalah yg sama kembali menghampiri Kei. Nursing Strike cukup membuat energi dan pikiranku terkuras habis, belum lagi saya harus juga menangani pergolakkan hati saya, kesedihan saya melihat Kei yg menangis menolak menyusu langsung. Belum lagi saya harus melihat Kei yg terlihat seperti tak berminat dengan PD, begitu hancur dan sedih rasanya.

Nursing Strike adalah ketika bayi menolak untuk menyusu, padahal dia tidak dalam proses disapih. Penolakan ini disebabkan oleh berbagai macam alasan seperti yg dijelaskan di




Membaca artikel-artikel tersebut membuat saya semakin terbuka dengan si Nursing Strike ini. Karena belum lama ini Kei kembali mengalaminya. Tapi kali ini penyebabnya sangat jelas yaitu sariawan dilidahnya. Nursing Strike kali ini sangat menguras energi dan pikiran saya, juga air mata. Bagaimana tidak, selain nursing strike Kei juga tidak mau makan sama sekali (besar kemungkinan karena sariawannya), di saat yg sama saya harus cepat bertindak, bagaimana menyembuhkan sariawannya sehingga ia dapat kembali menyusu dan makan. Ketika sariawannya hilang dan sembuh ternyata Kei belum juga mau menyusu :( Ya Allah, semakin pusing saya....ada apa ini? Kei masih menolak menyusu meskipun sariawannya sudah hilang.

Banyak orang bilang, "Kei pinter dia menyapih sendiri kan sudah besar" atau "Tidak apa-apa ndak mau nenen, mungkin dia sudah bosan" atau "Kei sudah ndak mau mungkin, dia mau nyapih sendiri" Yaa ampuuun....semakin sedih saya mendengar komentar-komentar tersebut. Kei masih terlalu kecil untuk dikatakan menyapih sendiri, usianya masih 1 tahun 2 bulan :( rasanya tidak tega saya melihat dia menyapih di usianya itu.

Di sinilah letak komitmen saya sebagai Ibu menyusui diuji. Saya gali semua informasi mengenai Nursing Strike dan Self/Early Weaning. Satu hal yg harus saya garis bawahi,

Early/Self Weaning terjadi secara bertahap, jadi bayi secara bertahap akan mengurangi frekuensinya menyusu untuk kemudian benar-benar tidak menyusu lagi ; sedangkan Nursing Strike terjadi secara tiba-tiba. Jadi dalam kasus Kei (4bulan, 7bulan dan 1tahun 2 bulan) semua adalah Nursing Strike, sehingga tak ada alasan saya untuk membiarkan Kei tidak menyusu langsung dariku, sebaliknya saya harus mencoba mengembalikan Kei agar kembali mau menyusu langsung dariku.

Serangan kali ini jangan ditanya sedihnya, dan jangan pula ditanya percobaannya. Kei yg semakin besar, tangisan penolakannya pun semakin besar. Belum lagi melihat dia tertidur tanpa nenen sedikit pun, melihat dia enggan menatap si PD. Syukurnya, saya memiliki suami yg super hebat, super supportive untuk ASI, dia mengingatkan saya untuk selalu sabar dan berserah kepada Allah. Saya juga memiliki orangtua yg sangat sadar ASI, mendukung saya dengan segala macam percobaan saya mengembalikan Kei, membantu saya mencari jalan keluar dari masalah ini agar Kei dapat kembali menyusu. Saya juga memiliki pengasuh-pengasuh yg baik hati yg juga sadar betapa pentingnya ASI bagi Kei hingga usianya 2 tahun, saya juga memiliki seorang pahlawan baik hati yg juga tak kalah semangatnya dengan saya dalam mengembalikan Kei untuk mau menyusu lagi. Ken kakaknya, turut serta membantu saya mengembalikan Kei, dia tahu kesedihan saya dia tahu kebutuhan adiknya, dia bantu saya mengembalikan adiknya untuk dapat menyusu langsung.

Dengan semua dukungan yg saya miliki tersebut, semangatku masih sama, semangatku semakin bergelora untuk memberikan ASI kepada Kei hingga usianya 2 tahun.
5 hari berlalu tanpa nenen, rasanya begitu menyiksa batin saya. Di hari ke 6, saya kembali mencoba mengembalikan Kei, melakukan skin to skin contact dengan intensif tanpa gangguan, di ruangan kamar yg sunyi, sejuk hanya berdua, bernyanyi bersama Kei, mengayun-ayun Kei di dalam pelukan saya, sesekali diselingi bisikan bahwa ia sudah dapat nenen lagi dan tidak akan terasa sakit karena sariawannya sudah sembuh, sembari menyisipkan doa suci dalam hati bahwa ikhtiar ini akan berbuah manis. Dukungan, Keyakinan, Kesabaran, Cinta dan Doa sudah saya miliki semua, tinggal menunggu jawaban dari Sang Pemilik Hidup atas semua ikhtiar saya. Secara mengagumkan, semua terjawab bertepatan dengan Adzan Maghrib yg berkumandang, 45 menit bersama Kei skin to skin hanya berdua tanpa gangguan, membawa Kei kembali membenamkan wajahnya di dadaku, membawanya kembali menghisap cairan kehidupan yg tak ternilai harganya, Subhanallah..... Allahu Akbar.....

Kali ini tetesan air mata bahagia mengucur di pipiku, sungguh tanpa Dia semua terasa tak mungkin.
3 kali menghadapi Nursing Strike membuatku sedikit "bersahabat" dengannya dan menyelaminya lebih jauh, 3 kali mengalami Nursing Strike benar-benar menguji komitmen saya sebagai seorang Ibu menyusui.
Niat, Tekad, Dukungan, Kesabaran, Keyakinan dan Semangat sungguh membuahkan hasil yg sangat manis, namun semua itu pun akan terasa hambar bila kita tidak memiliki

Komitmen yg kuat.
Ternyata, menyusui tidaklah semudah yg dibayangkan atau yg dibaca... Menyusui butuh komitmen penuh, menyusui juga harus menggali banyak informasi dari berbagai sumber baik yg telah berhasil menyusui dengan lancar sanjaya maupun dari sumber yg berhasil menyusui dengan berbagai problematikanya.
Breastfeeding need a full Commitment, Tidak mudah tapi mungkin untuk dilakukan....

Special thanks to my supportive breastfeeding husband and my great hero Ken and also my lovely breastfeeding parent, my struggle would be nothing without your support, care and love :)

 




7 komentar:

  1. salam mom...

    ikut nangis tersedu-sedu mebaca blog ini,krn say apersis mengalami hal ini:

    anak saya ktk umur 4 bln nursing strike tanpa diketahui penyebabnya, krn dia langsung menyusu dan saya asuh sndiri

    sekarang umur 7 bln jg sama, seolah2 tidak menyukai rasa asi shinga tidurpun enggan minum dan akhirnya tertidur..

    benar, energi dan pikiran terkuras habis...merasa tak berdaya melakukan hal lain, pikiran kalang kabut, emosi, marah, sedih, dunia serasa hancur berantakan,,,

    apa yg hrs sy lakukan ya mba, sy ga tau penyebabnya...

    sdih skali , butuh pencerahan,,,,

    BalasHapus
  2. AgaricPro Obat Herbal Untuk Bermacam Penyakit adalah salah satu obat herbal yang sangat ampuh untuk mengobati berbagai penyakit seperti Obat Sinusitis , Obat Darah Tinggi , Obat Insomnia , Obat Stroke. terbuat dari ramuan herbal yang sangat berkualitas dan terjamin, dapat juga menyembuhkan penyakit seperti penyakit Obat Maag , Obat Asam Urat , Obat Stroke. Jika Anda tidak menyukai obat kimia, jangan khawatir karena produk kami terbebas dari bahan kimia, jadi AgaricPro , Obat Asam Lambung , Obat Asma , Obat Herbal dapat disembuhkan dengan produk kami. Produk best agaric AgaricPro Sebagai Solusi Untuk Hidup Lebih Sehat, AgaricPro Untuk Mengatasi Berbagai Macam Penyakit dengan kualitas yang sangat tinggi ini mampu menyembuhkan penyakit-penyakit yang ganas seperti penyakit Obat Ambeien , Obat Ginjal , Obat Hematuria. Banyak orang yang sudah menggunakan produk kami dan memberikan testimoni positif, karena produk kami memberikan efek yang sangat besar untuk menyembuhkan penyakit Obat Kanker , Obat Kencing Darah. Produk kami bisa didapatkan di Tasik Store. Jika Anda mempunyai keluhan tentang kewanitaan, maka Obat Keputihan Crystal X adalah solusinya. tidak hanya penyakit Obat Darah Kental , Obat Darah Rendah tetapi juga bisa menyembuhkan penyakit Obat Liver , Obat Migren , Obat Tumor , Obat Vertigo. Jika anda mempunyai keluhan wanita keputihan maka Nes V sulusinya untuk Penyakit Wanita dan Obatnya . Mulailah dari sekarang untuk hidup Healthy Life Indonesia . Segeralah lakukan pengobatan jika Anda mempunyai keluhan Obat Rematik , Obat Sesak Nafas , Obat Kurang Darah , karena jika dibiarkan penyakit Anda akan semakin parah. Obat Hernia , Obat Herpes , Obat Insomnia , Obat Jantung dan juga Obat Kolesterol , Obat Komplikasi . Dengan kualitas yang aman ampuh dan terjamin bisa menyembuhkan berbagai penyakit Obat Ambeien, Asam Urat, Asma, Hepatitis, Jantung, Maag, Rematik, Stroke. Obat Penyakit Asam Urat Ampuh

    BalasHapus
  3. Sama persis dgn kondisi saya saat ini bunda.tepatnya di serangan ketiga.anakku uda 5 hari enggak mau nyusu😞 krn sariawan dan tumbuh gigi.aku pun merasa kan hal yg sama bunda.aku nangis merasa putus asa dan terasa kehilangan sesuatu.. bunda bagaimana caranya supaya si anak mau nyusu lg.saya sudah berusaha bersabar membujuk awal2 dia pegang pd saya lalu dia coba menghisap tp hanya beberapa detik sambil dia buat mainan.tp knp respon nya seperti mau minta.aku sedih sekali bunda.sangat membebani pikiranku.aku juga seperti bunda.pejuang asi.walaupun orang2 disekitarku bilang dia uda self weaning.tapi aku nggk percaya bund.. aku optimis pasti dia akan menyusu lg.tp semakin kesini semakin mencoba dan selalu mendapatkan penoakan kesabaran saya sudut bund... tp saya masih brharap penuh agar anak saya mau menyusu lagi.. semoga setelah ini tuhan mengabulkan doa doa saya aminn

    BalasHapus